IndoBRITA, Tahuna- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kaban BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi bersama personil , turun langsung ke lapangan untuk meninjau titik terparah akibat bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Tamako pada Rabu(22/7). Langkah cepat ini diambil guna memastikan proses penanganan darurat dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak berjalan optimal.
Berdasarkan laporan di lapangan, banjir bandang dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sangihe . Akibatnya, debit air sungai meluap drastis membawa material lumpur, bebatuan, hingga batang pohon yang merusak sejumlah pemukiman warga.
Menurut data yang dihimpun, banjir bandang terjadi di 2 lokasi, yakni di Kampung Binala dan Kampung Lelipang, Kecamatan Tamako. Di Kampung Binala, 1 rumah warga dan Rumah Dinas Puskesmas Tamako, tertimbun longsor dan 1 rumah warga hanyut terbawa banjir bandang, sedangkan di Kampung Lelipang, 2 rumah warga mengalami rusak berat akibat banjir dan 5 jembatan penghubung terputus.
Labesi menyatakan, bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga, evakuasi korban ke lokasi pengungsian yang aman, serta pembersihan akses jalan yang sempat terisolasi.
” Kami juga sudah menurunkan tim untuk melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi terdampak. Meskipun sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa, namun kami tetap menghimbau seluruh warga yang ada di daerah yang rawan banjir dan longsor, agar selalu waspada dan segera melakukan evakuasi mandiri jika kondisi membahayakan hingga meminimalisir potensi bencana” pungkasnya.(Ver).





