Limbah Berbau Menyengat, Warga Tanjung Merah Demo Minta PT Futai Ditutup

Aksi bakar ban bekas di depan PT Futai oleh warga Kelurahan Tanjung Merah Kecamatan Matuari Kota Bitung.(Ist)

indoBRITA, Bitung— Sejak mulai beroperasi PT Futai yang mengolah bahan kertas daur ulang sudah menimbulkan dampak polusi bagi warga sekitar.
Demo kecil-kecilan bahkan upaya protes hingga ke DPR Bitung melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) tak kunjung mendapatkan solusi terkait bau busuk menyengat diduga akibat limbah buangan pabrik tersebut.
Ujungnya, warga Kelurahan Tanjung Merah Kecamatan Matuari menggelar demo besar di depan pabrik yang masuk dalam kawasan KEK Bitung ini, Jumat (19/6/2026).

Aksi memanas, ketika warga mendesak pimpinan Perusahaan kekuar menemui warga namun tidak digubris, akhirnya warga sempat mendobrak pagar masuk namun sempat dihalau aparat kepolisian dari Polres Bitung dan Polsek Matuari.

Warga yang kesal membakar ban mobil di depan pintu masuk sembari berteriak-teriak tutup perusahaan segera karena berbahaya bagi kesehatan warga sekitar pabrik.

“Kita terus diminta untuk mengerti namun tidak ada perubahan selama tiga tahun ini,” teriak salah satu orator melalui pengeras suara.(yet)

Orator lainnya juga menyebut, pertemuan mediasi melalui RDP di tingkat Kota Bitung hingga ke DPR Bitung jawaban PT Futai selalu sama yakni akan melakukan perbaikan, namun sampai sekarang tidak ada perubahan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *