IndoBRITA,Tahuna- Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Kepulauan Sangihe terus memperketat pengawasan terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebagai langkah konkret pencegahan, Dinkes Sangihe melaksanakan tindakan pengasapan (fogging) di wilayah perbatasan, tepatnya di Kecamatan Marore, Sabtu(25/7/2026).
Langkah respons cepat ini diambil sebagai salah satu upaya memutus rantai penularan Demam Berdarah di wilayah tersebut. Fogging dilaksanakan di pemukiman warga yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes Aegepty.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sangihe , dr.Handri Pasandaran, fogging bukan solusi utama dalam memberantas DBD, melainkan untuk membunuh nyamuk dewasa.
” Salah satu langkah pengendalian dalam memutus rantai penyebaran DBD adalah dengan pengasapan (Fogging). Namun, perlu dipahami masyarakat bahwa cara paling efektif adalah dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan gerakan 3M plus, yakni Menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.” Kata Pasandaran.
” Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan kolaborasi Dinkesda, Puskesmas Marore, TNI AD,TNI AL, pemerintah kampung serta seluruh unsur terkait. Kami juga berharap, adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari Demam Berdarah.” Pungkasnya .(Ver).





