indoBRITA, Bitung— Ketua FKDM Bitung Olga Dotulong Banua mengaku siap melakukan proses mediasi terkait pemblokiran akses masuk Puskesmas Aertembaga.
Hal ini diutarakan langsung Ketua FKDM saat bertemu Kapolsek Aertembaga AKP Denny Tampenawas, Camat Aertembaga Stenly Tatipang dan Kepala Puskesmas Aertembaga dr Eka Soeharto di aula Puskesmas Aertembaga, Kamis (7/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Camat Aertembaga juga menjelaskan, persoalan status tanah di depan bangunan puskesmas tersebut masih milik pribadi termasuk jalan masuk yang hanya berjarak sekitar 15 meter dari ujung jalan paving.
Bahkan, Tatipang juga menyebut lahan pribadi tersebut juga mencakup lahan parkir di depan Puskesmas.
Olehnya Tatipang menyebut hal ini memang secepatnya akan dibicarakan dengan Pemkot Bitung khususnya Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) serta Dinas Kesehatan untuk solusi pembebasan sisa lahan tersebut.
Senada dengannya, Kepala Puskesmas Aertembaga dr Eka Soeharto menyebut, sebenarnya persoalan ini sudah berlangsung cukup lama. Olehnya diringa berharap solusi soal ini bisa segera diatasi.
Kendati begitu, dr Eka juga memastikan proses pelayanan warga ke Puskesmas Aertembaga tetap berjalan seperti biasa dan ditutup.
Menanggapi hal ini, Kapolsek Aertembaga AKP Denny Tampenawas menyebut, persoalan ini diharapakan secepatnya segera direalisasikan mengingat akses masuk merupakan hal yang menyangkut kepentingan umum.
“Apalagi ini fasilitas kesehatan yang menyangkut kepentingan banyak orang,” cetus mantan Kasat Reskrim Polres Minsel, Boltim dan Tomohon ini.
Olga Dotulong Banua yang juga hadir dalam pertemuan itu menyatakan komitmennya untuk mencari solusi sekaligus membicarakan persoalan ini dengan Wali Kota Bitung.
“Iya, kami sudah mendengar banyak hal olehnya hari ini juga saya akan mengajak pak Camat untuk menghadap pak Wali Kota guna menjelaskan seperti apa persoalan di lapangan sekaligus meminta kebijakan beliau untuk mencarikan solusi pembebasan lahan jalan masuk,” tutupnya.(yet)





