Pro dan Kontra Pemblokiran Jalan Nyaris Memicu Bentrok Warga di Kelurahan Pinasungkulan

Pemblokiran akses jalan baru di Kelurahan Pinasungkulan yang nyaris memicu bentrom warga setempat dengan pengguna jalan.(Ist)

indoBRITA, Bitung— Pemblokiran akses jalan baru nyaris memicu bentrokan antar warga yang pro dan kontra di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Sabtu (25/4/2026) sore.

Kejadian tersebut terjadi tepat di pintu masuk akses jalan baru tepatnya di dekat kantor Kelurahan Pinasungkulan. Dimana warga yang sejak 2 hari yang lalu memblokir jalan yang dibangun PT MSM/TTN melalui BPJN Kementerian PUPR tersebut dengan cara memasang kembali pagar seng serta menaruh drum-drum cor beton di badan jalan yang awalnya telah dibuka.

Read More

Insiden adu mulut bermula ketika sejumlah pengguna jalan yang kebanyakan ibu-ibu melintas dari arah Likupang menuju Bitung namun terhalang pemblokiran jalan baru tersebut.

Mereka berinisiatif mencoba membuka blokade namun dihadang oleh warga setempat yang juga kebanyakan ibu rumah tangga.

Adu mulut terjadi namun pihak Kepolisian dari Polres Bitung serta Polsek Ranowulu dan beberapa anggota TNI dari Kodim 1310/Bitung langsung melerai.

Sejumlah warga yang mendukung pemblokiran jalan mengatakan hal ini dilakukan sebagai bentuk tekanan kepada perusahaan agar menyelesaikan atau memperbaiki jalan lama yang merupakan jalan Nasional menghubungkan Bitung-Likupang yang nyaris ambruk namun sebagian lainnya menolak pemblokiran sebab, jalan tersebut sangat dibutuhkan sebagai akses utama.

“Sebenarnya bukan jalan baru yang dibuka. Perbaiki dulu jalan lama supaya masih bisa digunakan,” ujar Jemmy Mailoor, salah satu warga yang mendukung pemblokiran.

Pria berkacamata ini was-was sebab, jika jalan baru sudah difungsikan, perusahaan akan mengabaikan perbaikan jalan lama yang masih dibutuhkan warga, terutama bagi mereka yang memiliki lahan di sekitar jalur tersebut.

Disisi lain, warga yang menolak pemblokiran menilai kondisi jalan lama sudah tidak layak dilalui dan berbahaya.

“Kalau lewat di situ kita was-was. Jalannya bisa ambles, sangat berisiko,” kata sejumlah warga.

Penolakan juga datang dari masyarakat luar Pinasungkulan, termasuk warga Minahasa Utara yang turut menggunakan akses jalan tersebut.

“Kami paham tuntutan warga. Tapi jalan ini fasilitas umum, bukan hanya untuk satu kelompok. Jangan ditutup,” tegas Stenly Sigar, warga Likupang Timur.

Hal senada disampaikan Marky Kaunang, warga Pinokalan, yang mengaku aktivitasnya terganggu akibat penutupan jalan baru tersebut.

“Karena jalan baru ditutup, kami terpaksa lewat jalan lama yang rusak parah. Ini sangat menghambat,”keluhnya.

Warga pun mendesak aparat keamanan serta Pemerintah Kota Bitung untuk segera mengambil langkah tegas guna mencegah konflik yang lebih besar.

“Kalau dibiarkan, ini bisa picu bentrokan lebih luas. Harus ada tindakan tegas,” tambahnya.

Beruntung, potensi bentrokan berhasil dicegah berkat kesigapan aparat TNI dan Polri yang sudah lebih dulu bersiaga di lokasi.

“Kami sudah menerima informasi terkait potensi konflik, sehingga langsung melakukan pengamanan. Syukurlah situasi bisa dikendalikan,”singkat Kabag Ops Polres Bitung, AKP Novri Sadia. (yet)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *