indoBRITA.co, MANADO – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pembahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2025 menunjukkan langkah proaktif dalam mengevaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Pada Rabu (15/4/2026) rombongan wakil rakyat tersebut melakukan peninjauan lapangan langsung ke Kantor Pusat Bank Sulut Gorontalo (BSG) di Jalan Pierre Tendean, Manado.
Pertemuan strategis ini berlangsung di lantai delapan gedung baru BSG dan dipimpin langsung oleh Ketua Pansus LKPJ, Raski Mokodompit. Politisi Partai Golkar tersebut didampingi anggota Pansus lainnya, antara lain : Louis Schramm (Wakil Ketua), Remly Kandoli (Sekretaris) dan Anggota: Roy Roring, Julyeta P. Runtuwene, Jeane Laluyan, Nick Lomban, Vonny Paat, dan Muliadi Paputungan.
Ada pemandangan berbeda dalam pola kerja Pansus kali ini. Alih-alih memanggil jajaran direksi ke Gedung Cengkih (Kantor DPRD), para legislator justru memilih untuk “jemput bola” dengan mendatangi langsung objek evaluasi.
”Kali ini sedikit berbeda. Jika biasanya direksi kami undang, kali ini kita datang melakukan tinjauan lapangan,” ujar Raski
Menurut Raski, kunjungan ini merupakan agenda formal perdana Pansus di kantor pusat BSG yang baru. Momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang perkenalan menyusul adanya penyegaran dalam struktur direksi dan komisaris di tubuh “Torang pe Bank.
Sebagai bank daerah yang menjadi tulang punggung ekonomi Sulawesi Utara, kinerja BSG merupakan poin krusial dalam pembahasan LKPJ Gubernur Sulut tahun anggaran 2025 yang saat ini tengah digodok.
”Paling penting, kami ingin mendengar langsung terkait kinerja BSG di tahun 2025,” tegas Raski.
Melalui tinjauan ini, Pansus berharap dapat mengumpulkan data komprehensif mengenai kontribusi BSG terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mengukur sejauh mana efektivitas manajemen baru dalam mencapai target perusahaan yang telah ditetapkan.
Kedatangan rombongan Pansus disambut hangat oleh jajaran petinggi BSG, di antaranya: Revino Pepah (Direktur Utama), GS Vicky Lumentut (Komisaris Utama), Mutesa Holdin (Direktur Kepatuhan) dan Rudianto Katili (Direktur Dana dan Treasury).





