indoBRITA, Bitung—Pasca retak dan ancaman ambruknya jalan Bitung-Likupang di Kelurahan Pinasungkulan Lingkungan II Dusun Tinerungan, Pemkot dan aparat kepolisian dan TNI telah mengupayakan dialog dengan warga terkait rencana pembukaan jalan baru yang dibuat walaupun hanya bersifat sementara.
Sayangnya, upaya dialog yang telah dilakukan sebanyak dua kali masing-masing di kantor Lurah Pinasungkulan dan terakhir di aula kantor Camat Ranowulu masih menemui jalan buntu dan warga tetap bersikeras agar jalan alternatif yang telah dibuat dipakai sementara bukan jalan aspal yang dibuat oleh pihak BPJN di belakang Kelurahan mereka.
“Ini bukan hanya pengalihan jalan, ini ada maksud lain, sehingga kami warga Lingkungan II Kelurahan Pinasungkulan menolaknya,” ujar salah satu warga yang ditemui Senin (23/3/2026).
Pihak PT MSM/TTN menurut dia, diminta untuk menyelesaikan proses ganti rugi atau pembebasan lahan di kompleks Tinerungan sebab, beberapa Kepala Keluarga juga ada yang sudah setuju dan lahan mereka telah dibebaskan oleh Perusaan pertambagan emas tersebut.
“Jangan alihkan isu retak dan ancaman longsornya jalan kemudian dilakukan pengalihan jalan untuk mematikan ekonomi kami dengan tidak adanya kendaraan yang lewat,” tegasnya.
Lurah Pinasungkulan Steven Moningka yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan, upaya dialog ini adalah untuk berdiskusi dengan warga terkait rencana perbaikan jalan yang retak tersebut dan sembari menunggu diperbaiki, arus lalu lintas akan dialihkan ke jalan baru.
“Pengalihan ini hanya bersifat sementara, namun kita masih mengupayakan pendekatan secara terus menerus dengan warga,” beber Mantan Lurah Kumersot ini.(yet)





