Pengoperasian Koperasi Merah Putih di Sulut Dipertanyakan Angel Wenas, Ini Jawaban Kadis UMKM

indoBRITA.co, MANADO – Anggota Komisi II DPRD Sulut Angelia Regina Wenas mempertanyakan Koperasi Merah Putih di Sulawesi Utara sudah beroperasi atau masih dalam tahapan pembangunan.

Hal tersebut ditanyakan Angel saat Rapat Dengar Pendapat bersama Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut, yang digelar di ruangan rapat Komisi II DPRD Sulut, Senin (2/3/2026).

Read More

Angel juga menanyakan apakah Sulut telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat berupa kendaraan.

“Apakah ada yang sudah beroperasi atau masih dalam tahapan pembangunan untuk Koperasi Merah Putih dan juga apakah Sulawesi Utara sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat berupa kendaraan-kendaraan,” tanya Angel ke Kadis Koperasi dan UMKM.

Menjawab pertanyaan Angel, Kadis Koperasi dan UMKM Tahlis Galang menyebutkan bahwa yang sudah operasional sampai dengan saat ini kurang lebih ada 100, datanya bergerak terus setiap hari.

“Posisi Desember, by name by address itu 71. Di Januari kemudian Februari kemarin, itu bergerak sekarang di atas 100. Ini akan kita kawal terus. Ada yang sudah punya gerai, sudah punya gedung ada yang sementara proses pembangunan, ada yang belum ada sama sekali,” sebut Tahlis.

Dijelaskan Tahlis, yang sudah operasional ini rata-rata yang belum ada sama sekali lahannya malah. Mereka pinjam lahan pemerintah, ada yang dalam bentuk sekolah, atau ada yang memang lahan milik pribadi yang dipinjam pakaikan dulu, milik ketuanya.

“Ada yang sudah beroperasi di Sulawesi Utara. Total yang saat ini sementara pembangunan gerai, itu ada 151 lokasi. Satu unit sudah selesai dibangun dengan nilai bangunan itu Rp 1,7 miliar. Yang sementara bangun, 151 unit dengan pihak pembangun itu PT Agrinas, dananya dari pemerintah pusat. Yang sering kita dengar sebagai bantuan, tetapi ini merupakan bagian dari plafon kredit,” ucapnya.

Jadi, kata Tahlis, nilai bangunan ini Rp 1,7 miliar itu tetap diperhitungkan sebagai kredit bagi koperasi yang harus dikembalikan dalam jangka lima tahun.

“Jadi, bukan bantuan. Karena seluruh Koperasi di Indonesia perlakuannya sama. Mana yang lebih dulu siap lahan, itu yang akan dibangun. Dengan pihak pengembang itu dari PT Agrinas,” ujarnya.

Related posts