Gempa 6,8 SR Guncang Sangihe, Nakes RSD Liun Kendage Tahuna Gerak Cepat Evakuasi Pasien Keluar Ruangan

IndoBRITA,Tahuna- Guncangan gempa tektonik kuat berkekuatan Magnitudo 6,8 melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Jumat (26/6/2026) malam.Kepanikan melanda warga, termasuk para pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami, guncangan hebat yang dirasakan membuat warga berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.

Kondisi darurat juga terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liunkendage Tahuna. Petugas medis terpaksa mengevakuasi puluhan pasien keluar dari gedung perawatan untuk mengantisipasi adanya reruntuhan, hingga mendirikan tempat penampungan sementara di halaman rumah sakit.

Berdasarkan data resmi dari BMKG Naha Tabukan Utara, episentrum gempa bumi ini terletak pada koordinat bawah laut dengan kedalaman sekitar 196 kilometer di arah Barat Laut Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Walaupun berpusat di laut dalam, getaran kuat gempa tersebut dirasakan sangat nyata hingga ke pusat Kota Tahuna yang merupakan ibu kota Kabupaten Sangihe. Guncangan dilaporkan berlangsung cukup lama, yakni sekitar 20 detik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang belum menerima adanya laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang masif akibat bencana tektonik tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe, Wandu Labesi, mengonfirmasi bahwa situasi di lapangan pasca-gempa perlahan mulai terkendali. Ia mengimbau agar masyarakat Sangihe tidak tenggelam dalam kepanikan namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.

Selain itu, Wandu juga meminta warga untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial demi menghindari kepanikan massal akibat berita bohong (hoax).

“Kami mengimbau warga masyarakat untuk tetap waspada, tidak panik, dan lebih bijak dalam menerima informasi terkait perkembangan gempa ini. Pastikan hanya memantau saluran resmi pemerintah,” tegas Wandu Labesi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *